Penetan - Budaya Orang Lamalera

Peneta/Penetan merupakan budaya masyarakat Lamalera yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh leluhu orang Lamalera. Tradisi yang dilakukan oleh para wanita dewasa lamalera ini adalah menjual secara tradisional hasil tangkapan atau hasil kerajinan tangan dari desa Lamalera. Proses ini dilakukan setiap harinya berdasarkan hari pasar di wilayah sekitar. Biasanya wanita-wanita Lamalera pada pagi hari akan menunggu kendaraan (dahulu dengan berjalanan kaki) untuk pergi ke tempat jualan.

Hasil tangkapan atau kerajinan dari Lamalera akan dipasarkan di pasar-pasar sekitar antaralain pasa Wuladoni, Pasar Boto ataupun Pasar Lamalera. Rata-rata jarak tempuh sekitar 20 - 50 Km untuk berjualan hasil. Inilah mengapa pada umumnya para wanita Lamalera yang pergi berjualan biasanya membutuhkan waktu 1 - 2 hari untuk kembali ke Desa Lamalera.


Sedangkan rata-rata penghasilan yang didapat kurang lebih sekitar 100.000 s.d 200.000 untuk sekali jualan. Itupun kalau hasil tangkapan ikan tersedia, namun jika tidak maka para wanita lamalera akan mengumpulkan terlebih dahulu dan akan berjualan keesokan harinya.

Selain berjualan, para wanita lamalera juga akan menghabiskan waktunya untuk menenun kain-kain tradisional. Kegiatan ini dilakukan untuk menunjang perekonomian keluarga lamalera.


Author
Pito Keraf
Penulis Senior

Pito Keraf

You May Also Like