Apakah itu konten orisinil sebuah website?


Menuangkan pikiran-pikiran kita melalui tulisan merupakan sebuah kegiatan yang sangat positif dalam membangun masyarakat. Entah seperti apa pikiran-pikiran yang kita tuangkan, yang penting bersifat membangun dan memberikan inspirasi terhadap para pembaca, hal itu sudah cukup.

Contoh saja adalah konten-konten pengembangan yang terus dilakukan oleh oranglembata.com. Dalam website ini tidaklah semua artikel merupakan tulisan pribadi kami, akan tetapi ada juga konten yang kami ambil dari website lain. Kemudian kami sunting atau edit dan mempermanis tulisannya menurut gaya penulisan kami sendiri, lalu memuatnya dalam oranglembata.com

Anda percaya bahwa begitu banyak website yang bertebaran di internet memiliki konten orignialnya sendiri? Tentu tidak. Konten orisinil sebuah website terkadang hanya 10% (ini sudah maksimal) dari total tulisan dalam website tersebut sedangkan sisanya merupakan tulisan-tulisan yang diambil dari website lain.

Mengenai konten orisinil juga masih menjadi perdebatan banyak pihak, ada yang bilang bahwa konten orisinil website merupakan konten dimana saat pertama kali tulisan itu dibuat dan dipublikasikan oleh penulis ke dunia maya. Akan tetapi dalam penelusurannya, tentu kita juga tidak sepenuhnya yakin bahwa konten-konten yang dibuat oleh para penulis merupakan 100% ide dan tulisan mereka. Semua membutuhkan referensi dan inspirasi.

Sejujurnya saat anda membaca tulisan ini, konten ini adalah salah satu konten orisinil kami yang dibuat oleh Pito Keraf. Namun jika kita mencarinya menggunakan beberapa kata kunci yang mungkin mirip dengan konten ini, tentu kita akan mendapatkan banyak sekali tulisan-tulisan serupa (meski saya sendiri tidak mencobanya). Lantas anda akan berpikir apakah konten ini merupakan konten orisinil oranglembata.com ?


Semua itu kembali kepada penulis dan pembaca. Seorang penulis tentu memiliki sebuah rasa malu dalam hati kecilnya apabila dia menjiplak 100% isi tulisan orang lain lalu menuliskan kembali (sebenarnya ini sah-sah saja) selama sebagai penulis kita tetap mengakuinya bahwa itu adalah konten yang diambil dari website lain, saya pikir tidak menjadi masalah.

Tetapi akan sangat fatal bagi kita pribadi apabila terbiasa mengambil konten orang lain lalu memuatnya di website kita sendiri, tanpa melakukan penyuntingan terlebih dahulu dan juga menyertakan sumber tulisan tersebut.

Sekarang kita kembali ke persoalan awal, keaslian sebuah tulisan merupakan pijakan dari pribadi seseorang dalam menuangkan hasil pikirannya kedalam tulisan dan memuatnya dalam website. Namun hal ini sangat perlu sekali disadari bahwa sebuah tulisan seperti apapun itu tetap memiliki "hak cipta" dari penulis aslinya.

Bagi kita yang sekarang sedang belajar bagaimana membuat tulisan yang baik, tentu akan sangat banyak referensi yang dapat dibaca. Akan tetapi sangat kami sarankan untuk apabila referensi tersebut ingin anda pakai sebagian, atau seluruhnya maka sangat perlu untuk menyertakan sumber. Hal ini perlu dilakukan karena merupakan sebuah bentuk penghargaan kepada penulis aslinya.

Tentunya anda juga mengharapakan hal sama apabila tulisan anda digunakan oleh orang lain atau website lain sebagai bahan referensi. Nah begitulah caranya bagaimana kita para penulis pemula ini saling memberikan dukungan satu sama lain sehingga kedepannya akan semakin banyak lagi orang-orang muda yang semakin gemar berkarya termasuk menjadi seorang penulis.


Author
Pito Keraf
Web Developer

Pito Keraf

Perubahan tidak akan pernah terjadi bila tidak ada seorangpun yang memulainya. Kebaikan adalah kunci dari kesuksesan, berbuatlah itu

You May Also Like