admin[at]oranglembata.com
+62 8530 3086 4346

Sampai Kapan Bumi Mampu Bertahan?


Sepanjang perjalanan hidup manusia di Bumi ini, para ilmuwan hingga kini masih berusaha untuk terus berupaya menemukan planet-planet lain di luar angkasa yang kira-kira mirip Bumi dan memungkinkan untuk ditinggali. Selain untuk mencari tahu apakah kita memang benar-benar sendirian di dunia ini, ataukah masih ada bumi-bumi yang lain diluar angkasa, para ilmuwan ini juga telah memprediksi bahwa dalam suatu kurun waktu yang akan datang, kemungkinan bumi untuk bertahan akan hilang. Maksudnya bumi tidak lagi menjadi sebuah planet layaknya Planet Pluto yang dicoret dari daftar susunan tata surya kita.


Berdasarkan penanggalan radiometrik meteorit, Bumi telah berusia lebih dari 4,54 miliar tahun. Planet tempat manusia bergantung hidup sudah teramat tua, rusak, lagi padat.

Pertanyaannya, sampai kapan Bumi mampu bertahan sebelum kiamat yang waktunya sepenuhnya jadi hak prerogatif Tuhan terjadi?

Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh University of East Anglia, Inggris, memperkirakan Bumi masih mampu menopang kehidupan setidaknya selama 1,75 miliar tahun mendatang.

Tapi syaratnya, selama bencana dahsyat akibat nuklir, tubrukan asteroid raksasa, dan malapetaka lain tak terjadi. Namun, bahkan tanpa skrenario kiamat sedramatis itu, kekuatan astronomi akan memaksa Bumi tak lagi bisa dihuni.

Suatu masa antara 1,75 miliar hingga 3,25 tahun ke depan, Bumi akan keluar dari zona layak huni (habitable), dari Tata Surya ke 'zona panas'. Zonasi tersebut ditentukan oleh air.

Di zona layak huni, sebuah planet tak peduli apakah ia berada di Tata Surya atau planet alien berada dalam jarak yang pas dengan bintangnya, sebagai salah satu syarat keberadaan air. Saat masuk ke zona panas, Bumi akan mendekat ke Matahari, membuat lautan menguap hingga kering kerontang. Dan tentu saja, kondisi kehidupan, termasuk manusia, tak bakal mampu bertahan.

Namun, kekhawatiran utama para peneliti adalah, manusia secara massal pindah ke planet lain tanpa mengetahui sampai kapan planet tersebut bisa bertahan. Apalagi, evolusi kehidupan yang kompleks di Bumi membutuhkan proses panjang dan waktu yang tak sebentar.

Para peneliti mengungkapkan, sel sederhana pertama kali muncul di Bumi hampir 4 miliar tahun yang lalu. "Disusul serangga 400 juta tahun lalu, dinosaurus 300 juta tahun lalu, tanaman berbunga 130 tahun lalu," kata ketua tim peneliti dari University of East Anglia, Andrew Rushby. "Manusia dengan anatomi modern baru ada sekitar 200.000 tahun terakhir. Jadi bisa dilihat, dibutuhkan waktu yang sangat lama bagi kehidupan cerdas untuk berkembang di sebuah planet." Berdasarkan kalkulasi, masa tinggal Bumi di zona habitasi maksimal tinggal 7,79 miliar tahun. Sementara, planet-planet lain punya waktu bervariasi dari 1 miliar hingga 54,72 miliar tahun.

Hasil penelitian tim Rushby amat optimistis ketimbang kalkulasi sejumlah ilmuwan lain, yang memperkirakan, 'kiamat' akan datang lebih cepat dipicu banyak sebab: bencana buatan manusia, robot yang memberontak, tubrukan asteroid, juga badai matahari.
Astronom Kerajaan Inggris, Martin Rees memprediksi, pada 2020 sekitar sejuta orang akan meninggal akibat 'bio-terror atau bio-error'.
"Bioteknologi maju dengan pesat dan tanpa arah. Pada tahun 2020 akan ada ribuan, bahkan jutaan orang punya kemampuan untuk menyebabkan bencana biologis," kata dia.
Bayangkan ketika produk bioteknologi yang bisa mematikan manusia, secara massal dan cepat dijadikan senjata biologi. Akibatnya sangat mengerikan.
NASA mengklaim telah mendeteksi lebih dari 97 persen asteroid "pembunuh planet" di tata surya - batu angkasa yang luasnya 6-7 mil, mirip dengan yang memusnahkan dinosaurus . Dan, NASA mengakui, pihaknya kini baru bisa sekedar memperingatkan. Belum ada teknologi yang bisa menghentikannya.