Ekspos Bukit Bintang Lembata

Padang sabana membentang, hiruk anak desa terdengar disambut dengan suara burung yang
nyaring. Bukan suara bising kendaraan roda dua dan empat di ibu kota. Disini tenang. Perjalan
pun dimulai!!


Mengekspos perjalanan, sebenarnya membuat saya kurang percaya diri. Namun, rasanya perlu
untuk mereka yang sedang mencari referensi perjalanan di Kabupaten Lembata. Kabupaten
Lembata adalah sebuah kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Jumlah
penduduk di kabupaten ini sekitar 137.714 jiwa. Saat ini tercatat sekitar 16 tempat wisata yang
ada di kabupaten tersebut.
Namun, ekspos saya kali ini bukan soal 16 tempat wisata itu. Melainkam lokasi yang jarang
dikunjungi wisatawan. Baik itu wisatawan dari dalam daerah maupun dari luar. Tentu saja lokasi
ini tidak kalah menarik dari 16 tempat wisata yang telah disediakan pemerintah.
Sebut saja lokasi ini, Bukit Bintang. Terdengar absurd, namun nama tersebut diberikan karena
pada saat malam hari deretan bintang dapat terlihat jelas ketika cuaca cerah.
Lokasi bukit ini berada di Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan. Jika perjalanan dimulai dari
Lewoleba maka pengunjung membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit menggunakan kendaraan
roda dua. Sedangkan untuk mencapai bukit Bintang, pengunjung perlu menanjak kurang lebih 45
menit. Yah, lumayan. Namanya bukit...
Sebelum melakukan perjalanan, pengunjung disarankan untuk bersepatu dan membawa bekal
yang cukup. Soalnya di sekitar lokasi sulit ditemukan lapak untuk berjualan. Selain itu, karena
belum sering dikunjungi jalur menuju lokasi terlihat agak sulit. Lokasi bermaterial batuan dan
tanah, serta rumput yang cukup tinggi. Sehingga, kita perlu menentukan track atau jalur sendiri
untuk mencapai bukit.
Kemudian, perlu diingat bagi pengunjung yang jarang melakukan pendakian harus berhari-hati.
Pasalnya, ada beberapa bagian lokasi yang berlubang namun tertutup oleh tingginya rumput.
Selain itu, tak jarang pengunjung juga bisa terpeleset karena tanah yang rapuh. Maka dari itu,
perlu bersepatu dan tetap jaga keselamatan.
Menariknya, pada saat melakukan penanjakan kita bisa sedikit berpose untuk mengelabui rasa
lelah. Lahan yang dipenuhi ilalang ini menjadi objek fotografi kekinian yang bisa menambah
koleksi foto kamu di dinding media sosial. Terlebih bagi kawula muda yang suka eksis.
Beda lagi dengan lokasi bukitnya, meski perjalanan memakan waktu cukup lama. Namun, rasa
lelah akan terbayar saat mencapai lokasi. Jangan heran, ketika sampai pengunjung langsung
disuguhkan dengan pemandangan alam yang menenangkan.
Dari Bukit Bintang kita dapat melihat jejeran bukit-bukit lain di Desa Waijarang dengan jelas.
Terlebih deburan ombak dapat terdengar diantar angin laut yang sepoi ke atas bukit. Jadi seakan

akan kita bisa menikmati dua suasana sekaligus yaitu suana daratan tinggi dan pantai. Pokoknya
usaha menanjak akan terbayar lunas.
Selain itu, lokasi tersebut dipenuhi dengan pohon jati. Jadi, teman-teman yang ingin bersantai
sambil beristirahat bisa menggunakan ayunan atau hammock agar menambah suasana nyaman.
Sambil ngopi dan ngetehpun bisa.. :-)
Untuk, kamu yang suka berkemping dan masih ingin menikmati suana malam sambil melihat
deretan bintang. Ada spot lain dilokasi tersebut yang dapat digunakan membangun tenda. Jika
ingin menginap sebaiknya membawa perlengkapan, penerangan dan bekal tambahan yah.
Nah, bagi kamu yang membutuhkan liburan namun terhalang waktu, untuk mereka yang suka
berjelajah, penyuka tantangan, pendaki pemula dan pegiat aktivitas luar ruangan atau outdoor
lokasi ini cocok untuk kamu kunjungi. Terlebih bagi fotografer dan vidiografer yang mencari
angle menarik.
Jangan lupa, setelah berkunjung sampahnya dibawa pulang yah :-)

Penulis : Ayu Zanita


Author
Pito Keraf
Web Developer

Pito Keraf

Perubahan tidak akan pernah terjadi bila tidak ada seorangpun yang memulainya. Kebaikan adalah kunci dari kesuksesan, berbuatlah itu

You May Also Like