admin[at]oranglembata.com
+62 8530 3086 4346

Kumpulan Puisi Oleh Ayu Zanita

Kumpulan Puisi

Oleh : Ayu Zanita



I. Judul : Rindu Sewindu


Aku kebingungan
Mencari cari-cari dirimu dalam sebait lagu
Tak kutemukan hingga lazuardi kembali bermunculan
Semakin menambah kebingunganku

Tak ku pastikan apa yang terjadi
Dimana kau sebenarnya
Hati mulai gelisa bagai senja tak kunjung tiba
Bahkan semakin menghiruk, tak sadar sebab

Akhirnya bait-bait puisi mulai tertata rapi
Mengisahkan rindu yang tak kunjung usai
Bagai perasaanku padamu yang tak selesai
Seperti menunggu tak kunjung didatangi

Aku kebingungan
Yah, aku kebingungan mengendalikan firasat rindu
Mengendalikan sebagian diriku yang sebagiannya kau bawa pergi
Mengendalikan hiruk hati dan akal yang tak kunjung selaras

Sayangnya, kau tak pernah sadar
Bahkan jika rindu ini hingga sewindu
Yang kau tau adalah kau baik, aku baik dan semua akan baik-baik saja
Aahhh rindu, rindu ini candu hingga sewindu nanti, mungkin..


II. Judul : Waktu


Waktu, iya waktu..
Andai kau dalam kendali ku..
Akan ku bawa kau menetap diwaktu yang lalu.
Akan aku kurung masa kini dalam sel tak teringat.
Akan ku lompati kau ke masa yang depan..

Waktu, iya waktu..
Andai kau dalam kendali ku..
Akan tetapkan diriku di laut masa kecilku..
Masa yang tak pernah ku kira akan berakhir..
Masa yang kini aku rindukan..

Namun, lihatlah saat ini..
Aku berdiri tanpa ada perdulian..
Bahkan, engkau pun tak menghiraukan ku..
Bahkan, bening kristal yang menyusuri kantung mata seakan tak dikenali..

Lihat lah saat ini..
Aku duduk dibibir pantai dengan bakau persis seperti tempat ku bermain..

Lihat lah saat ini..
Bahkan, lautpun mencerca ku untuk kembali..
Bahkan, dia seakaan penentangku berada di masa ini...

Waktu, iya waktu..
Andai kau dalam kendali ku..
Akan ku tahan engkau untuk maju ke masa ini..

Waktu, iya waktu..
Bisa kah kau bersahabat dengan ku saat ini...
Aku menanti masa baik yang ada di depan bersamanya...

III. Judul : Pilu Lagi


Di Pelataran pantai ini otakku tak habis berpikir
Mengingat semua kalimat yang keluar dari bibir tipis dan mata yang sipit
Berpikir kritis mencari cari cela agar tak didahului kehendak
Memperlambat waktu agar perasaanmu tetap bersama ku

Waktu itu, didepan laut yang lapang ini, kau ceritakan isi hati
Penuh semangat dan gairah kasih
Penuh emosi dan harapan agar aku tak terlewat
Kau pastikan aku masih menapak tepat depan matamu

Namun sayang, sayang mu padaku berubah
Sayang juga aku tak berhasil menahan waktu untuk pergi
Lalu biarkan perasaan kita tetap beradu dan menggebu
Sial memang, memang sial!!

Lalu, lalu aku mengira ngira
Bahwa tak lagi ku rasakan pilu
Ternyata, mudah kau paling mematahkan hati dan putuskan benang
Hati mulai melemah lalu hancur, berserakan kesegala tempat

Tak ku habis pikir, rupanya pilu yang dibayar
Mungkin Tuhan sedang baik
Baik yang di kumpul semakin banyak
Lalu menjadi baik-baik saja



IV. Bait-bait sakit


Angin mulai menghantap kulit
Rambut-rambut halus yang tumbuh pada tanganku berdiri
Merasakan sejuk yang lumayan
Aku membuka mata lalu terdiam

Diam, diam lalu ku pandangi langit
Mencari-cari letak kesalahan
Sekaligus memohon pada yang maha agar di jatuhkan keberuntungan
Agar tak terus terus kurasakan gunda

Gunda yang ampun, hampir mencekik leherku hingga tak bernapas
Mendorong air dari mataku agar keluar dari tempatnya
Membuat sesak dada yang tak bersalah
Juga otak yang terus didorong agar berpikir

Berpikir hingga lelah lalu pasrah, kemudian berakhir dengan kemalangan
Kemalangan yang entah ku ciptakan sendiri atau memang jalan Tuhan
Tuhan sedikit saja ambil kegundaan ku
Hilangkan kemalangan ini
Agar tak kupaksakan organ-organ tubuhku dicabik-cabik


V. Doa-doa Untuk Tuhan


Tangan mulai terangkat sejajar dengan daun telinga
Didahului otak yang terfokus, dibimbing kepala yang menunduk
Detik hingga menit berlalu, gerakan pasti dan percaya diri tercipta
Penghambaan mulai terlihat
Merasa kecil dan bukan apa-apa

Ya Tuhan, ini hambaMu
Sedang merasakan pelukanMu ditemani pilu pilu
Merasa dicurangi oleh hambaMu yang lain
Merasa disisihkan dari hak-haknya

Ya Tuhan, orang-orang berkata sakit dan sedih adalah baik yang engkau bungkus sebagai hadiah
Apa itu benar Tuhan??
Ya Tuhan, sabarkan lagi jika iya itu benar

Ya Tuhan, bisa aku mengeluh sebanyak cobaan yang engkau berikan
Rasanya kaki seperti tak bertulang, hingga tak sanggup menopang badan
Jika engkau menginginkan aku jatuh
Maka biarkan aku jatuh dalam pelukanMu