Aksi Tanam 250 Bakau Desa Kalikur Wl

Komunitas yang tergabung dalam Forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Kabupaten Lembata
melakukan aksi penanaman bakau. Aksi ini dilakukan di Desa Kalikur Wl, Kecamatan Buyasuri,
Kabupaten Lembata pukul 14.30 WITA Sabtu (13/7).


Aksi yang diprakarsai oleh Komunitas Pelajar Mahasiswa Kedang-Yogyakarta (KUAMKEYO) ini disambut
baik oleh masyarakat setempat. Sebanyak 250 bibit bakau ditanam sekitar pesisir pantai Kalikur Wl.
Selain masyarakat, KUAMKEYO dan Forum PRB Kabupaten Lembata turut hadir Komandan Pos (Danpos)
Angakatan Laut (AL) Lembata, Letnan Triawan.


Perwakilan Forum PRB Kabupaten Lembata, Acan Raring mengharapkan aksi ini dapat berlanjut. "Tidak
banyak orang yang punya niat melakukan kegiatan seperti ini. Maka, kami berharap bakau yang di
tanam hari ini punya feed back untuk generasi berikutnya, " ungkap Acan dalam sambutannya.

Bakau atau dalam bahasa latinnya Rhizophora yang ditanam dalam aksi ini merupakan bakau jenis
Rhizophora Mucronata. Fungsi bakau jenis ini untuk membantu mencegah erosi pantai dan dalam
restorasi habitat mangrove.
Selain itu, kayunya dapat digunakan untuk membuat bahan bakar arang, bahan bangunan, tiang,
pembuatan jebakan ikan. Rhizophora mucronata juga dapat melindungi pematang dengan cara
menanamnya di sepanjang tambak.
Sekretaris Desa Kalikur Wl Syarifudin mengatakan, pada tahun 1940-1970an masyarakat mengalami
krisis makanan sehingga terjadi kelaparan. Untuk mengatasi krisis pangan itu masyarakat menggunakan
bakau sebagai alternatif pangan agar bertahan hidup.
Alternatif pangan itu kemudian berlanjut hingga saat ini. Masyarakat setempat mengolahnya dalam
bentuk sirup dan dodol bakau. " Sirup dan dodol bakau yang diolah ini kemudian menjadi aset dari
kampung Kalikur WL " beber Syarifudin.
Sebagian masyarakat setempat dikatakannya mengetahui proses pembuatan sirup maupun dodol
tersebut. Di tahun 2018 ketika Festival Tiga Gunung diselenggrakan, Pemerintah Kabupaten Lembata
meminta masyarakat untuk memproduksi dua produk pangan tersebut untuk dipromosikan kepada
pengunjung.
"Waktu Festival Tiga Gunung, kami diminta untuk membuat dodol dan sirup. Sukur, banyak yang
berminat. Bahkan ada beberapa orang asing yang datang lalu meminta agar dibawa pulang," tutupnya.


(***)
Penulis : Ayu Zanita

Author
Pito Keraf
Web Developer

Pito Keraf

Perubahan tidak akan pernah terjadi bila tidak ada seorangpun yang memulainya. Kebaikan adalah kunci dari kesuksesan, berbuatlah itu

You May Also Like