Olahan Sirup dan Dodol Bakau Serta Manfaatnya

Berbicara mengenai bakau, pasti tak luput dari fungsi bakau yang membantu mencegah erosi pantai dan
dalam restorasi habitat mangrove. Namun, tanaman yang bernama latin Rhizopora ini rupanya
menyimpan banyak manfaat lain selain mencegah erosi.


Di berbagai daerah Indonesia hutan bakau sering di gadang-gadang sebagai mitigasi. Hal ini pun tidak
luput dari masyarakat Desa Kalikur Wl, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Selain dimanfaatkan untuk mencegah erosi, masyarakat mengelola bakau untuk di konsumsi. Olahannya
pun tak tanggung-tanggung, yaitu sirup dan dodol bakau. Menariknya, hanya di Desa Kalikur Wl yang
memproduksi dua olahan itu di Kabupaten Lembata.
Untuk pengelolaan sirup bakau terbilang cukup mudah. Salah satu masyarakat Kalikur Wl, Daimah
mengatakan, bakau yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sirup di desa ini disebut tingau.
Bahan-bahan yang perlu di siapkan diantaranya : beberapa lembar daun bakau, gula pasir, satu buah
mangga, telur dan air.
Sebelumnya, daun bakau di rebus dengan telur kemudian di saring sebanyak tiga kali. Telur sendiri berfungsi
untuk mengangkat kandungan getah dalam daun baku tersebut. Setelah penyaringan pertama
dilakukan hasil saringan kemudian direbus kembali secara berturut turut.
Usai penyaringan dan mendapatkan sari dari daun bakau maka campurkan gula dan mangga untuk
menambah aroma dan rasa manis. Kemudian, sirup siap di konsumsi.
Berikutnya, Daimah juga menuturnya proses pembuatan dodol bakau. Jenis bakau yang digunakan
untuk pembuatan dodol di Desa Kalikur Wl di sebut Kwakat atau dalam Bahasa Indonesia dinamakan
Buah Pedada (Sonneratia caseolaris).
Pembuatan dodol cukup mudah. Pertama-tama buah bakau dibersihkan lalu dipotong-potong dan
dimasak selama 10 menit kemudian didinginkan sambil diaduk-aduk hingga buah mangrove tersebut
hancur.
Selanjutnya, buah yang sudah hancur disaring menggunakan saringan. Kemudian hasil saringan
dipisahkan, lalu disaring lagi menggunakan kain untuk mendapatkan sari buah bakau.
Sari buah dicampur dengan gula merah, santan dan tepung ketan kemudian diaduk rata. Adonan
tersebut dimasak sambil diaduk-aduk hingga mengental. Setelah mengental adonan didinginkan lalu
siap di konsumsi.
Manfaat dari segi konsumsi, tanaman ini dapat digunakan sebagi bahan alternative sumber karbohidrat.
Nah, jika ingin mencoba sirup dan dodol bakau, pembaca bisa berkunjung ke Desa Kalikur Wl,
Kecamatan Buyasuri. Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. (***)

Penulis : Rizkyah Ayu

Author
Ayu Zanita
Web Developer

Ayu Zanita

You May Also Like