Bapak, Maaf dan Terima Kasih


Orang tua adalah garda terdepan pertumbuhan anak. Pondasi paling kuat dimuka bumi. Jimat paling manjur untuk keberhasilan. Dan tempat paling nyaman untuk mengaku kelemahan. 

Namun, salah satu dari orang tua telah berpulang. Meninggalkan kesan kesedihan. Meninggalkan keberanian pada diri anak-anaknya menjadi menusia. Dan menimbang segala petuah semasa hidup.

Bapak, setiap napasmu kau perjuangkan untuk kami. Kau ajarkan kami bagaimana melihat dunia. Mengajarkan, bagaimana cara menapak kehidupan dengan baik. Mengajarkan, meniti kehidupan selanjuntanya. 

Kau panutan kami dalam menata kehidupan. Namun, sayang Tuhan berkehendak lain. Kini kau telah pergi dari kami. Tak bersama kami lagi. Namun, begitu banyak pelajaran yang kau berikan untuk kami semasa hidup. 

Mungkin saja, kami tak mampu membalas semua perjuangan untuk membesarkan kami. Terimakasih atas segala kemurahan hatimu semasa hidup. Percayalah, kami terus menjaga dan berusaha meneruskan perjuangan dengan cara kami masing-masing. 

Teriring perjalananmu, sematkanlah juga doa untuk kami. Mohon janagan putus dampingan untuk kami dalam karya  didunia. Tak terlepas haturan maaf atas kesalahan kami dan terimakasih tak terhingga untuk semua jasa-jasamu untuk kami. 

Maaf dan terima kasih bapak. 

Sampai jumpa. Sampai jumpa pada tempat-tempat orang beriman disisiNya. 

26 Juli 1942 - 07 Januari 2020


Penulis : Pito Keraf 

Editor : Ayu Zanita

Author
Ayu Zanita
Penulis Editor

Ayu Zanita

You May Also Like