Lembata, Apakah Bisa Menghadapi Corona?

Virus Corona yang menggemparkan dunia sejak awal tahun 2020 ini membuat kita semua akhirnya mau tidak mau harus berpikir untuk menjaga diri dan keluarga. Berusaha agar tidak terjangkiti oleh virus yang belum ada vaksinnya ini.

Saya pun terus memantau data persebaran yang dilansir oleh Pemerintah Pusat. Seperti yang kita ketahui datanya terus meningkat dari waktu ke waktu. Jumlah area persebarannya pun terus meluas.

Sehingga mau tidak mau membuat saya berpikir. Apakah daerah saya Kabupaten Lembata - NTT bisa bertahan apabila menghadapi virus ini? Terkadang saya berpikir demikian ekstrim bahwa daerah tempat kami tinggal merupakan sebuah pulau, kabupaten kami dibatasi oleh laut, akses transportasi yang sangat minim menambah kengirian apabila suatu waktu Lembata tertular virus ini.


Beberapa kali saya mencoba berdiskusi dengan teman-teman di Pemerintahan. Saya menanyakan kira-kira langkah apa yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Lembata untuk menghadapi virus ini? Meski mereka tidak memberikan jawaban yang cukup membuat saya puas. Tapi mereka memberikan keyakinan bahwa upaya-upaya terbaik telah diambil dan dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Lembata.

Salah satunya adalah yang baru-baru ini yaitu meningkatkan fasilitas RSUD Kabupaten Lembata menjadi Rumah Sakit Rujukan. Hal ini menurut saya sangat tepat, sebab mengingat apabila pasien harus dibawa menuju Maumere, tentu ini sangat merepotkan.

Langkah selanjutnya yang telah ditempuh oleh Pemerintah Kabupaten Lembata adalah terus memberikan pengumuman keliling di Lewoleba dan sekitarnya. Pengumuman ini memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan berusaha agar diam dirumah. Selain itu juga untuk acara-acara yang melibatkan banyak orang juga mulai dibatasi oleh aparat kepolisian.

Saya kira langkah-langkah diatas menjadi tepat. Meskipun ada beberapa kondisi dimana jika kita melihat perlu diperketat lagi. Seperti akses masuk pelabuhan laut dan bandar udara. Kedua pintu masuk ini sepertinya belum ada aktivitas yang berarti sehingga membuat kita cukup was-was.

Namun kembali dari kesiapan pemerintah, apakah kita secara pribadi siap untuk menghadapi ini semua?

Saya kira ini adalah waktu yang sangat tepat untuk bagaimana kita masih diberikan waktu untuk mempersiapkan diri. Bagaimanapun, kita harus siap untuk menghadapi ini apabila suatu saat virus ini masuk ke Lembata.

Kita perlu belajar dari masyarakat di pulau jawa. Saat ini penyebaran yang tidak terkontrol di pulau jawa merupakan salah satu dampak dari masyarakat yang tidak tertib. Mereka menganggap bahwa virus ini adalah virus biasa dan tidak menakutkan. Sehingga meskipun sudah dihimbau dan dilarangpun mereka masih tetap untuk melakukan aktifitas di keramaian.

Ingatlah bahwa pemerintah sedang berusaha untuk mengambil langkah yang tepat dan cepat. Dan kita diminta untuk tetap tenang dan tidak melakukan aktivitas luar yang tidak mendesak.

Author
Pito Keraf
Penulis Senior

Pito Keraf

You May Also Like